Sabtu, 17 Maret 2012

BAKPIA PATHUK JOGJA


Penasaran dengan resep oleh-oleh khas jogja, nyari-nyari resep bakpia kacang hijau, akhirnyaaa,, ketemu deh,,

Bahan:
Bahan Untuk Kulit Bakpia Pathuk Yogyakarta:
  • 100 gr tepung terigu
  • garam secukupnya
  • minyak kelapa secukupnya
Bahan Untuk Isi Bakpia Pathuk Yogyakarta:
  • 1,5 kg Kacang hijau tanpa kulit
  • 800 gr gula pasir
  • garam secukupnya
Cara Membuat Kulit Bakpia Pathuk Yogyakarta:
  1. Campur terigu, garam dan minyak. Uleni sampai menjadi adonan yang lembut, tidak lengket di tangan dan mudah dibentuk
  2. Ambil sedikit adonan (kurleb sebesar ukuran kelereng)
  3. Lebarkan tipis eperti membuat kulit martabak telur
Cara Membuat isi Bakpia Pathuk Yogyakarta:
  1. Rendam kacang hijau tanpa kulit selama 3 jam. kemudian tiriskan
  2. Rebus kacang hijau tanpa kulit tersebut sampai empuk.Buang airnya.
  3. Haluskan kacang hijau tanpa kulit beserta gula pasir dan garam dengan menggunakan blender
  4. Ambil sedikit adonan isi, bentuk bulat-bulat.

Penyelesaian dalam membuat bakpia pathuk Yogya:
  1. Ambil selembar kulit yang sudah dilebarkan tipis
  2. Isi dengan adonan isi
  3. Tutup dan bentuk menjadi bulat agak gepeng, pastikan semua adonan isi telah tertutup dengan kulit.
  4. Tata di loyang yang telah dioles margarin tipis.
  5. Panggang sampai berwarna kuning kecoklatan dan matang

Sabtu, 03 Maret 2012

UNDANGAN KE SURGA



Oleh : Syaikh ‘Ied Al ‘Anazy
Alih bahasa : Zezen Zainal Mursalin, Lc.
Sumber: ICM Kendari




  • Apakah anda ingin merasa dekat kepada Allah Azza wa Jlla ?
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya : “Keadaan terdekat yang dimiliki seorang hamba terhadap Rabbnya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah didalamnya do’a”. [HR. Muslim]
  • Apakah anda ingin mendapatkan pahala ibadah Haji bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ?
Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya : “Umrah di bulan Ramadhan setimpal (pahalanya) Haji atau Haji bersamaku”. [HR. Bukhari Muslim/Muttafaqun ‘alaihi]
  • Apakah anda ingin sebuah Rumah di Surga ?

Kamis, 01 Maret 2012

Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan Apa-Apa

Disebabkan keengganannya dlm mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita ini jumpai adanya beberapa anggapan keliru dlm mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang nan sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya.

Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oieh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. Berikut beberapa orang nan dianggap mahrom tersebut.

(*1). Ayah Dan Anak Angkat. 
Hal ini berdasarkan firman Alloh: “Dan Alloh tak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu”. [Al-Ahzab: 4]. (*1)

(*2). Sepupu (Anak Paman/Bibi). 
Hal ini berdasarkan firman Alloh setelah menyebutkan macam-macam orang nan haram dinikahi: “Dan dihalalkan bagi kamu selain nan demikian” [An-Nisa': 24]

Meninggal Malam/Hari Jum’at

Hadits 1

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِىٍّ وَأَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِىُّ قَالاَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِى هِلاَلٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ سَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر. (رواه الترمذي 3/386)

Artinya: Telah mengabarkan Muhammad bin Basysyar, Abdurrahman bin Mahdiy dan Abu ‘Amir al-Aqadiy, keduanya berkata: Mengabarkan Hisyam bin Sa’ad dari Sa’id bin Abi Hilal dari Rabi’ah bin Saif dari Abdullah bin ‘Umar berkata, telah bersabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari jum’at atau malam jum’at, kecuali Allah bebaskan ia dari fitnah/adzab kubur.” [HR. At-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi 3/386 no. hadits 1074, Maktabah Dar Ihya’ut Turats Beirut, tt]

Rabu, 29 Februari 2012

ALLAH ADA DIMANA-MANA?


Bagaimana membantah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah l di mana-mana? Maha Tinggi Allah dari hal itu. Dan apa hukum orang yang mengatakannya?

Jawaban:
Ahlus Sunnah wal Jamaah berkeyakinan bahwa Allah l berada di atas Arsy (singgasana)-Nya. Tidak di dalam alam, bahkan terpisah darinya. Dan Dia mengetahui serta melihat segala sesuatu. Tiada yang tersembunyi baginya sesuatupun baik di bumi maupun di langit. Allah l berfirman:
“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia ber-istiwa` (berada/naik) di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.” (Al-A’raf: 54)