Tampilkan postingan dengan label MUTIARA CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUTIARA CINTA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Istriku, Rumahku


Pernahkah kita melihat, seorang suami yang begitu gamang hatinya dalam melihat hidup, karena tidak jelas arah tujuan dia melangkah?. Pernahkah kita menjumpai seorang suami yang begitu linglung menatap masa depannya, karena merasa tiada teman baginya untuk bisa sekedar memberinya saran?. Pernahkah kita melihat seorang suami yang tidak tenang menjalani hari- harinya walaupun dia telah memiliki segala yang diimpikannya?


Maka lihatlah keadaan rumahnya. Rumah tempat dia melepas penat dan tempat kembali sebagai akhir dari hari- harinya. Mungkin dia tidak nyaman dengan rumahnya, atau barangkali dia tidak merasa ada tempat kembali dari lusuh jiwanya.
Sungguh, bagaimanapun para suami di luar seharian, yang diinginkan adalah kembali pada rumahnya sendiri. Senyaman apapun para suami bergaul dengan banyak orang, bahkan mungkin saudara dan kerabatnya sendiri, maka hati mereka tetap mengharapkan kenyamanan yang lebih, di rumah mereka sendiri. Maka benarlah jika memang rumah seharusnya adalah menjadi sebaik- baik tempat untuk hati beristirahat.

Lihatlah, Dialah Suamimu!


Wahai para istri, pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?

Lihatlah dia dalam tidurnya...
Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.

Sabtu, 07 Januari 2012

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 6

Inilah yang sering dilakukan oleh aktifis dakwah yang hatinya tidak bertameng keimanan. Jikalau ia bertameng, perisai tersebut memiliki gagang pegangan yang rapuh. Awal niatan berharap wajah Allah, rahmat dan naungan-Nya, akan tetapi terpaan badai godaan asmara terlarang bak gelombang yang datang bertubi-tubi, mengikis pingiran pantai keimanan perlahan-lahan. Padahal pinggiran pantai sudah terlindungi ilmu selebat hutan mangrove.

Bagaimana terpaan badai godaan asmara yang dasyhat itu?

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 5

4. Laki-laki dan wanita yang telah saling mencintai tetapi belum mampu menikahi
Ikhwan A: Ustadz, inilah waktu yang ana tunggu-tunggu. Akhirnya ana lulus kuliah dan ana sudah mendapat SIM [Surat Izin Menikah] dari ortu. Hanya saja ustadz,  ana sudah terlanjur jatuh hati dengan seorang akhwat aktifis di kampus. Dia cantik dan putih, IPK-nya cumlaude, gesit dan sering jadi tokoh penting kegiatan-kegiatan di kampus. Akan tetapi yang buat ana agak gusar, dia sama ana berbeda manhaj dalam beragama ustadz. Inilah  yang membuat ana seminggu ini tidak nyeyak tidur.
Ustadz: memangnya antum yakin dia mau sama antum?

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 4

3. Wanita yang cemas menunggu cinta karena pada hakikatnya wanita menunggu
Akhwat A: Ukhti, kemana kepingan pecahan hati kiranya ku bawa? Tiba-tiba saja datang, dan  bersanding dua nama di pertengahan lembaran undangan, tak sanggup aku meneruskan apa yang tereja oleh pandangan mataku. Padahal aku sangat berharap dialah lelaki asing yang pertama kali mendoakan di keningku.
Akhwat B: anti pernah mengutarakannya?
Akhwat A: aku malu berbalut sungkan ukth, aku hanya sekedar melempar tatapan harapan ketika berpas-pasan di kampus, diapun seakan-akan menerima getaran isyarat hati dariku dengan segera memalingkan pandangannya. Sudah sekian kali kami salah tingkah jika tak sengaja bertemu. Semakin kuat dugaanku, getaran hatiku hendak bersemayam di relung hatinya, tinggal sekedar menunggu celah kecil pintunya terbuka saja dan ia segera meyusuri gang-gang dan melangkah kedepan pintu rumahku.
Akhwat B: jadi, anti hanya menunggu?

Jumat, 06 Januari 2012

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 3


2. Laki-laki yang bingung mencari cinta, karena pada hakikatnya laki-laki mencari
“ustadz, tolong carikan saya wanita yang cantik, nilainya 9,5, putih-bening, semampai tinggi enak dilihat, shalihah, kalau bicara lembut,hafidzah 30 juz, pintar bahasa Arab, qona’ah, terima apa adanya, oya kalau bisa dari keluarga yang punya nama sedikit, jazakallahu khair ustadz!”

Spontan ustadz tersebut menjawab,
 “ iya nanti saya carikan, tapi kalau dapat, saya dulu yang maju melamar, saya jadikan yang kedua. Yang kamu cari Itu bidadari dunia”.

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 2

Kami coba jabarkan satu persatu:

1. Mabuk cinta
“mabuk cinta”, dia bukan seorang pemuda jika belum pernah mendengarnya, bukan pula orang tua berumur jika tidak pernah merasakannya atau hampir sekedar mencicipinya. Dalam bahasa diturunkannya Al-Quran diwakilkan oleh ungkapan “al-’isyq”.
Al-’isyq termasuk kata yang jarang digunakan oleh orang arab oleh karena itu ia masuk dalam berbagai kitab “gharib hadist”. Salah satunya adalah kitab Al-Misbah Al-Munir karya Abul Abbas Al-Hamawi dijelaskan,
عَشِقَ عَشَقًا مِنْ بَابِ تَعِبَوَالِاسْمُ الْعِشْقُ بِالْكَسْرِ 
قَالَ ابْنُ فَارِسٍ الْعِشْقُ الْإِغْرَامُ بِالنِّسَاءِ وَالْعِشْقُ الْإِفْرَاطُ فِي الْمَحَبَّةِ
وَرَجُلٌ عَاشِقٌ وَامْرَأَةٌ عَاشِقٌ أَيْضًا.
“Al-’isyq dengan kata kerja ‘asyiqo-‘asyaqon dari bab tasrif tabi’a, menggunakan kasroh
Berkata Ibnu Al-Faris rahimahullah berkata:
“al-’isyq adalah memuja/ menggemari wanita, berlebih-lebihan dalam cinta, istilah untuk laki-laki dan juga wanita.” [Al-Misbah Al-Munir 2/412, Maktabah ‘ilmiyah, Beirut, Asy-Syamilah]

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 1

Kami bukanlah perangkai lirik roman picisan, bukan pula pemanah cinta yang banyak memasang busur dari tulang rusuk kami, bukan pula pengarung deramnya aliran rindu tak halal. Tetapi, kami hanya pengamati pelaku, rentetan alur kisah, buah manis dan tragedi cinta asmara. Kemudian kami  melihat ada beberapa hal yang paling sering timbul dipermukaan masalah cinta asmara. Yang paling sering digelisahkan oleh orang-orang yang cerdas.

Rabu, 21 Desember 2011

Kan Kucintakan Engkau dengan Lelaki Penuh Pesona Itu


Inginku mengajak Anda memperkenalkan seorang laki-laki yang didamba surga. Dialah laki-laki yang ditinggalkan orang tuanya semenjak balita. Dialah lelaki padang pasir yang memiliki keistimewaan dan kesempurnaan yang sulit kutorehkan dengan kata-kata. Namun begitu, kuusahakan untaian kata-kataku ini mewakili ucapan-ucapan mereka yang pernah melihatnya, bersamanya dalam suka dan duka, mendengar tutur katanya sekaligus menyaksikan sosoknya yang begitu berbekas dalam jiwa.

Duh, tak sabar lagi pena ini menari untuk kawan dan memang untuk kawanlah kupersembahkan tentangnya..


Binar Indah Matanya

Kan Selalu Engkau Kukenang

“.. .berkecamuklah rasa di dada. Tersemburatlah gelora asmara. Langit-langit hati sang wanita tengah menghujankan bibit-bibit cinta. Sebuah rasa yang tak diundang dan tak ingin berlalu begitu saja.. .”“…begitulah pula datangnya kuncup bahagia di hati sang wanita yang setelah menanti lalu mendengar jawaban lelaki itu. Terkikis sudah senandung cemas yang terbalut penuh harap..”

****

Wanita ini adalah wanita pendamba surga. Kami dapati bahwa dia adalah wanita yang menenangkan hati sang kekasih. Dia temani belahan jiwanya dalam suka, bahagia,duka dan nestapa. Kami saksikan pula bahwa dialah wanita bijaksana nan cerdik. Pula, ia adalah keturunan bangsawan kaya dan menjadi incaran banyak lelaki.


Percikan Kerinduan dari Sucinya Hati


Seperti wanita umumnya, kami dapati bahwa ia amat merindukan seorang sosok yang akan menjadi teman hidupnya. Ia membutuhkan sosok yang akan menemaninya mengarungi bahtera kehidupan.Berjumpalah wanita ini dengan lelaki dengan kepribadian yang diidam-idamkan wanita. Lelaki yang ia temui begitu agung lagi berakhlak mempesona. Lelaki tersebut tidak seperti laki-laki yang ia temui pada kaumnya. Lelaki itu begitu menenangkan kala dipandang dan tutur katanya jujur dan menarik perhatian. Berwibawa dan menjaga harga diri.

Mari Terbitkan Surga di Beranda Rumah Kita, Dinda

“Kurasakan air mata ini kembali menyuburkan bunga cinta di taman hati. Kupersembahkan indah mekarnya untukmu, dinda. Semerbaknya begitu harum, bukan?”
*****
>>Saat itu. . .
Aku sudah mengenalmu karena memang engkau adalah tetangga dekatku. Olehku, benar-benar tak terbayang bahwa engkau kan menjadi kekasih hatiku yang terajut oleh untaian tali pernikahan. Jujur terakui, wajahmu tak terlalu cantik. Namun begitu, sulit pula bagi lidahku untuk kututurkan bahwa engkau jelek rupa. Biasa saja. Bagimu, make-up tak begitu penting. Itu kuketahui karena engkau memang tak pernah memoleskannya di wajahmu.

Kiat-Kiat Menuju Pelaminan

Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.

Mengintip Suara Hati Pangeran Muda

“…Kupersembahkan secercah risalah ini terkhusus untuk sang raja (sebagai seorang Ayah) ataupun permaisuri (sebagai seorang Bunda) yang ingin menyaksikan sang putera mahkota menjadi kesatria tangguh di arena kehidupan. Untukmu pula wahai pangeran muda (sebagai seorang anak) yang ingin menapakkan kakinya di taman-taman surga...”

Obat Ketika Merindukan Si Dia

Tak bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, maka nikahlah satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk menyelesaikan sekolah atau meraih gelar. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran terselubung sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif.

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Dilahirkan sebagai seorang wanita adalah anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria.Terlebih anugerah itu bertambah menjadi muslimah yang mukminah yaitu wanita muslimah yang beriman kepada Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Dikarenakan  balasan yang Allah janjikan pun tidak terbandingkan dan semua wanita pun menginginkannya. Godaan-godaan untuk menjadi wanita shalihah sering kali datang dan menggebu-gebu saat kita menginjak usia remaja,di mana masa puberitas seorang wanita ada di masa ini. Bukan hal yang mudah pula bagi remaja muslim dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi para remaja yang bisa dikatakan lulus dalam melewati masa pubertas yang penuh godaan ini.

Kupotret Rindu yang Tak Bertunas

Harus jujur kuakui, sulit bagiku tuk definisikan kata rindu. Namun kuserahkan saja jemariku menari untuk menyulam beberapa kalimat agar mengungkapkan apa yang kuketahui tentang rindu itu sendiri.

Siapapun berhak memberikan pandangan tentang rindu. Aku berpikir, kata rindu itu sendiri bersifat umum. Dan akan benar-benar bermakna serta bersifat khusus sekiranya disertai obyek yang dirindu. Obyek tersebut bisa nyata ataupun abstrak tergantung subyek atau sosok yang sedang merindu.

Tak salah pula sekiranya kututurkan bahwa rindu adalah sebuah kata kerja bagi hati. Ia bukanlah kata kerja bagi anggota badan yang walaupun anggota badan kerap kali tergerak untuk melakukan sesuatu sebagai respon dari rindu itu sendiri..

Rasanya sulit jua bagiku memandang rindu sebagai sebuah “penyakit”. Namun begitu, tak mudah pula kupandang rindu sebagai reaksi jiwa yang “sehat”. Bagaimana tak kuucap demikian, cobalah engkau rasakan atau bisa jadi detik ini sedang engkau rasakan letupan-letupan rindu yang bergejolak.


Percikan Rindu Di Sudut Hati

Senin, 13 Juni 2011

Surat Ar Rahman


MasyaAllah...
Terkadang keindahan itu baru terlihat ketika kita memandangnya dari sisi yang berbeda.....

Selasa, 03 Mei 2011

Cinta Dan Mencintai (karena Allah)

Definisi Cinta

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Buhul Cinta…

Buhul Cinta…

Cinta adalah air kehidupan, bahkan ia adalah rahasia kehidupan...
Cinta adalah kelezatan ruh, bahkan ia adalah ruh kehidupan...

Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan...
Dengan cinta akan cerah alam kemanusiaan...
Dengan cinta akan bersemi perasaan...
dan dengan cinta akan jernih segala pikiran...