Sabtu, 07 Januari 2012

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 4

3. Wanita yang cemas menunggu cinta karena pada hakikatnya wanita menunggu
Akhwat A: Ukhti, kemana kepingan pecahan hati kiranya ku bawa? Tiba-tiba saja datang, dan  bersanding dua nama di pertengahan lembaran undangan, tak sanggup aku meneruskan apa yang tereja oleh pandangan mataku. Padahal aku sangat berharap dialah lelaki asing yang pertama kali mendoakan di keningku.
Akhwat B: anti pernah mengutarakannya?
Akhwat A: aku malu berbalut sungkan ukth, aku hanya sekedar melempar tatapan harapan ketika berpas-pasan di kampus, diapun seakan-akan menerima getaran isyarat hati dariku dengan segera memalingkan pandangannya. Sudah sekian kali kami salah tingkah jika tak sengaja bertemu. Semakin kuat dugaanku, getaran hatiku hendak bersemayam di relung hatinya, tinggal sekedar menunggu celah kecil pintunya terbuka saja dan ia segera meyusuri gang-gang dan melangkah kedepan pintu rumahku.
Akhwat B: jadi, anti hanya menunggu?

Jumat, 06 Januari 2012

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 3


2. Laki-laki yang bingung mencari cinta, karena pada hakikatnya laki-laki mencari
“ustadz, tolong carikan saya wanita yang cantik, nilainya 9,5, putih-bening, semampai tinggi enak dilihat, shalihah, kalau bicara lembut,hafidzah 30 juz, pintar bahasa Arab, qona’ah, terima apa adanya, oya kalau bisa dari keluarga yang punya nama sedikit, jazakallahu khair ustadz!”

Spontan ustadz tersebut menjawab,
 “ iya nanti saya carikan, tapi kalau dapat, saya dulu yang maju melamar, saya jadikan yang kedua. Yang kamu cari Itu bidadari dunia”.

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 2

Kami coba jabarkan satu persatu:

1. Mabuk cinta
“mabuk cinta”, dia bukan seorang pemuda jika belum pernah mendengarnya, bukan pula orang tua berumur jika tidak pernah merasakannya atau hampir sekedar mencicipinya. Dalam bahasa diturunkannya Al-Quran diwakilkan oleh ungkapan “al-’isyq”.
Al-’isyq termasuk kata yang jarang digunakan oleh orang arab oleh karena itu ia masuk dalam berbagai kitab “gharib hadist”. Salah satunya adalah kitab Al-Misbah Al-Munir karya Abul Abbas Al-Hamawi dijelaskan,
عَشِقَ عَشَقًا مِنْ بَابِ تَعِبَوَالِاسْمُ الْعِشْقُ بِالْكَسْرِ 
قَالَ ابْنُ فَارِسٍ الْعِشْقُ الْإِغْرَامُ بِالنِّسَاءِ وَالْعِشْقُ الْإِفْرَاطُ فِي الْمَحَبَّةِ
وَرَجُلٌ عَاشِقٌ وَامْرَأَةٌ عَاشِقٌ أَيْضًا.
“Al-’isyq dengan kata kerja ‘asyiqo-‘asyaqon dari bab tasrif tabi’a, menggunakan kasroh
Berkata Ibnu Al-Faris rahimahullah berkata:
“al-’isyq adalah memuja/ menggemari wanita, berlebih-lebihan dalam cinta, istilah untuk laki-laki dan juga wanita.” [Al-Misbah Al-Munir 2/412, Maktabah ‘ilmiyah, Beirut, Asy-Syamilah]

Adab-Adab Menulis Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Membuat Karya Tulis

Alhamdulillah, beberapa tahun ini dakwah dengan tulisan berkembang dengan pesat, karena didukung dengan internet dan situs jejaring sosial seperti facebook, twitter dan semisalnya. Tentunya menulis tidak lepas dari menulis hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu selayaknya kita mengetahui adab-adabnya baik menulis dengan tangan ataupun dengan ketikan di komputer.

Antara Cintaku, Cintamu Dan Cinta-Nya [4 Permasalahan Utama Cinta Asmara] Bag. 1

Kami bukanlah perangkai lirik roman picisan, bukan pula pemanah cinta yang banyak memasang busur dari tulang rusuk kami, bukan pula pengarung deramnya aliran rindu tak halal. Tetapi, kami hanya pengamati pelaku, rentetan alur kisah, buah manis dan tragedi cinta asmara. Kemudian kami  melihat ada beberapa hal yang paling sering timbul dipermukaan masalah cinta asmara. Yang paling sering digelisahkan oleh orang-orang yang cerdas.